“Kentut? Kata sapa? Iyasih bisa batal. Hayooo abis kentut yaaa? Batal bataaal batal bataaal” dengan kalimat saya seperti itu langsung adek saya minum air es tanpa aba-aba. *gleekkk* biarin ajadah belum sunat juga ya meski biasanya puasa full sampe magrib.
Jumat, 03 Agustus 2012
Kentut, Batal Puasa (?)
Setelah bahas sebuntel kentut tempo hari, kini saya membahas kentut yang
dihubungkan dengan Puasa. Iya postingan ini terinspirasi dengan pertanyaan adek
kemaren, dia nanya pake gaya chibi. “Mas kentut iku posone batal gak?
Lek sholat kan batal mas” kurang lebih seperti itu. Ahh pakai bahasa
indonesia aja yah conversationnya biar gampang dicerna.
“Kentut? Kata sapa? Iyasih bisa batal. Hayooo abis kentut yaaa? Batal bataaal batal bataaal” dengan kalimat saya seperti itu langsung adek saya minum air es tanpa aba-aba. *gleekkk* biarin ajadah belum sunat juga ya meski biasanya puasa full sampe magrib.
“Kentut? Kata sapa? Iyasih bisa batal. Hayooo abis kentut yaaa? Batal bataaal batal bataaal” dengan kalimat saya seperti itu langsung adek saya minum air es tanpa aba-aba. *gleekkk* biarin ajadah belum sunat juga ya meski biasanya puasa full sampe magrib.
Selasa, 31 Juli 2012
Balada Sebuntel Kentut
K-E-N-T-U-T
satu kata yang bisa di bermakna positif, satu kata yang bisa bermakna negatif.
Kita ambil contoh saja, bermakna positif karena berarti anda masih sehat dan masih bisa kentut, bayangkan anda jika sampai-sampai mengeluarkan jutaan rupiah demi sebuntel kentut *naujubilah* tentu kelihatan konyol kan? Tapi itu memang benar adanya bagi sebagian kecil orang yang belum beruntung bisa merasakan indahnya berkentut. Sedang sudut lain dapat bermakna negatif ini lebih cenderung kepada orang yang tidak tahu diri, tidak bisa menempatkan dirinya atau seringnya membuang kentut sembarangan. Kentut memang ibarat sampah tapi berharga (mengingat kalau tidak bisa kentut itu bisa jutaan), bukan sampah saja yang dibuang sembarangan tapi kentut juga sering dibuang secara tidak manusiawi oleh tuannya.
Sabtu, 28 Juli 2012
Beda Tahun, Beda Suasana
Sebelum panjang lebar aku dan Keluarga cemaraku mengucapkan
“Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1433H, Semoga amal ibadah kita semua di Bulan yang penuh keberkahan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT”
Ya walaupun udah tanggal 8Ramadhan, gak ada kata terlambat dong buat
ngucapinnya, dan gak ada kata terlambat juga kok bagi kamu nyatain ke aku, aku
selalu siap buat nerima kamu kapanpun
*dih jatohnya jadi curcol gini kan* (--,)
Oh ya memang lika-liku kehidupan sangat menarik untuk ditilik sebagai wujud berbagi pengalaman dan pengkoreksian diri jika dilihat dari sudut pandang orang lain, dengan begitu kita mampu menerapkan masukan-masukan yang dilontarkan demi terwujudnya penerapan hidup yang baik.
Oh ya memang lika-liku kehidupan sangat menarik untuk ditilik sebagai wujud berbagi pengalaman dan pengkoreksian diri jika dilihat dari sudut pandang orang lain, dengan begitu kita mampu menerapkan masukan-masukan yang dilontarkan demi terwujudnya penerapan hidup yang baik.
Kamis, 26 Juli 2012
Cerita Sebuah Lagu
Inilah cerita sebuah lagu yang ku dengar disuatu perjalanan pulang.
Sebuah lagu yang selalu membawaku kembali ke masa silam.
Sebuah lagu yang mengandung bahasa cinta dan mengalun indah dalam jiwa.
Sebuah lagu yang kita nyanyikan bersama di bangku ini.
Walaupun kita menyadari bahwa alunan bahasa cinta dalam lagu tersebut jauh lebih indah dibandingkan dengan suara kita.
Sebuah lagu yang memaksakan kita untuk bertemu.
Sebuah lagu yang memaksakan kita untuk bertemu.
Sebuah lagu yang sempat membuatku marah padamu karena aku harus bekerja keras mengeluarkan suara dengan nada tinggi dan kau hanya duduk dan tertawa melihat aku tak sanggup menggapai nada tersebut.
Kamis, 28 Juni 2012
Budaya Malu Luntur, Karakter Bangsa Tersungkur
Ya Budaya Malu, Malu yang saya
maksud disini adalah Malu terhadap segala tindak laku salah yang dilakukan
seseorang. Memang siapa yang tidak mengetahui kalau Negara Indonesia adalah
negara yang mempunyai karakter penduduk yang ramah tamah, bahkan dunia pun
mengakui hal itu. Jelas sekali jika Indonesia menganut budaya ketimuran yang
didalamnya juga ada Budaya Malu atau yang bisa disebut dalam bahasa di daerah
saya yaitu Budaya Isin, Tapi mungkin budaya tersebut cukup berlaku di
jaman dulu saja bukan untuk kehidupan sekarang yang apakah semakin tergerus
dengan adanya modernisasi. Dalam dunia pendidikan memang sudah ditanamkan
pendidikan moral yang diharapkan bisa diintegrasikan kedalam kehidupan
sehari-sehari sehingga dapat membentuk karakter bangsa yang berbudi luhur dan
turut melestarikan adanya budaya timur yang kita anut. Namun pada kenyataannya
saat ini Indonesia mengalami krisis global dalam hal nilai-nilai moral dan
tanggung jawab.
Langganan:
Postingan (Atom)

