Minggu, 23 September 2012

Kutemui Kau Dalam Mimpiku (Owl City Blog-post Cover)

The credit of this post goes to the one of my favourite blog-post by Adam Young (frontman of Owl City), I’ll See You In My Dreams, on July 5th, 2011.


--- 
Aku bertaruh, seorang gadis di suatu tempat semalam memejamkan matanya dan tiba-tiba menemukan dirinya tengah berdansa.
Berdansa sambil bergandengan tangan dengan seorang lelaki misterius di suatu ruang dansa.  Nafasnya tertahan ketika sadar bahwa ia sedang mengenakan gaun paling elegan dan sempurna yang pernah dilihatnya, mengingat piyama tua yang tadi ia pakai sebelum tidur.  Dengan kerendahhatian ia tersenyum, dan diam-diam ia merasa seperti gadis paling cantik di ruangan tersebut... dan percayalah, memang iya.
Awalnya ia agak ragu karena segalanya terlihat sedikit kabur dan ia tidak terlalu yakin siapa lelaki yang tengah berdansa dengannya.  Perlahan keraguan itu lenyap dan ia sadar, lelaki tampan dengan tuxedo ini adalah nyata dan SATU-SATUNYA.  Ia tidak dapat menjelaskan tetapi jauh di dalam hatinya ia tahu, ia sedang berdansa dengan lelaki impiannya.  Ketika lelaki ini tersenyum padanya, kakinya melemas seakan ribuan kupu-kupu hendak beterbangan dari dadanya.  Ia tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi, ia hanya dapat merasakannya. Suasana saat itu sungguh gemerlap dan mempesona, bahkan ia tidak dapat menyembunyikan pipinya yang merah merona.
Ada suatu keindahan yang familiar mengenai lelaki tampan ini.  Sang pangeran dan puteri terus berdansa dan berputar seiring dengan iringan orkestra.  Gerakan memutar menyebabkan ia melihat semua warna dalam satu ruangan melebur menjadi satu dan samar, namun pandangannya hanya tertuju pada sang pangeran, dan ia tak dapat melepasnya.  Mereka berdansa berjam-jam hingga ia melihat senyum mengembang di wajah lelaki ini, yang sedetik kemudian menarik lengannya keluar pintu, melewati koridor, hingga mereka tiba di tempat terbuka.  Pemandangan indah bertaburan di hadapannya.  Ia berada di atas balkon, dan pedesaan dengan rumput hijau yang basah terbentang bermil-mil jauhnya ke segala arah.  Jelas ini BUKAN kota tempat ia tidur.  Ini adalah sebuah istana, sebuah kastil batu tua yang di bangun di permukaan Gunung Alpine yang berbatu dan tak rata.  Ia menarik napas dalam-dalam.  Apa yang telah terjadi?  Apakah ia ada di negeri dongeng?
Senja tiba dengan cepat.  Bintang-bintang mulai turun menyinari balkon dan nampak seperti kolam cahaya yang berkilauan dan beriak.  Lelaki misterius ini menggandeng tangannya, lalu menuruni sebuah tangga rahasia yang menggiring mereka ke dalam hutan gelap di bawah sana.  Hutan menyambut dua pasangan ini dengan musik indah yang dihasilkan oleh jangkrik dan katak pohon, yang membuat mereka masuk lebih dalam ke suasana kerajaan yang mempesona.  Hanya sepasang mata pengintai dari atas balkon yang secara sekilas dapat melihat  bayangan mereka menyelinap menembus kebun bunga, melewati kolam ikan mas, dan menghilang di balik lebatnya pohon cemara dan pinus.
Malam semakin larut dan ia masih belum dapat mengenali siapakah lelaki tampan yang berada di sampingnya.  Ada apa dengan lelaki ini?  Apakah ia pernah mengenalinya?  Ada sesuatu mengenai matanya... sesuatu yang penuh dengan teka-teki namun indah.  Apakah ia seseorang dari negeri yang sangat jauh?  Apakah mereka pernah berkenalan dan ia telah melupakannya?  Perasaan campur aduk mengalir cepat melalui pembuluh darahnya.  Perasaan yang tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata.  Mereka mengendap-endap melewati bayang-bayang layaknya pencuri, menembus malam gelap yang menggantung di atas mereka.  Darahnya berdesir dengan cepat layaknya petir yang menyambar, dan matanya terbuka lebar-lebar.  Tiba-tiba sensasi aneh menyelimuti dirinya.  Ia merasa memang ditakdirkan untuk ini.  Lelaki tampan ini, romansa dan segala keajaiban di sekitarnya ini, serta mimpinya yang seperti kenyataan ini.  Ia menggegam erat tangan sang lelaki, dan begitu pula sebaliknya.
Ia tak pernah merasa begitu hidup.
Mereka menginjak permukaan tanah yang lebih tebal dan hutan terlihat mulai menyisih, dimana terdapat mulut gua yang menganga lebar tepat di tengah, di depan mereka.  Ia merinding, namun bukan karena sesuatu yang menakutkan, melainkan karena rasa takjub yang benar-benar asli.  Pipinya merona, penuh rasa bahagia.  Bebatuan bergerigi yang berkilauan mencuat dari sisi dalam gua, mengingatkan ia akan rangka mulut hiu, sesuatu yang akan kau temukan di museum atau laboratorium sains di SMA.  Ada apa di dalam gua ini?  Mengapa gua ini ada di sini?  Berapakah panjangnya?  Ada dimana ujung lainnnya?
Tiba-tiba sang lelaki berbalik dan tersenyum padanya, seakan berkata, “shall we?”, sebelum mereka masuk ke dalam gua.  Belum sempat ia menjawab, tiba-tiba lelaki tampan ini membungkuk dan seketika menciumnya.  Segalanya terasa melambat dan ia merasa, ia dapat mendengar bintang-bintang di atas berkedip dan meletus dengan muatan listrik yang sangat tinggi.  Langit luas tanpa batas terbentang di atas mereka, tanpa ada awan yang menghalangi.  Dunia terasa melebur dengan segala energi dan cahayanya.  Masih sulit untuk berkata-kata, tiba-tiba lelaki tinggi dan mempesona ini menggenggam tangannya dan membisikkan 5 kata di telinganya:
This is not a dream.
Setelah itu, bergandengan tangan, mereka melangkah ke dalam gua, siap untuk apapun yang akan terjadi.  Tiba-tiba tanah terangkat, memberikan suara menggelegar layaknya sayap yang patah, memecah kesunyian layaknya petir, dan seketika, mereka terjatuh.  Ia merasa jatuh ke dalam dunia lain dimana gravitasi sudah tidak berlaku lagi.  Hutan beterbangan di atas, kastil melayang-layang di udara, dan pedesaan hijau yang indah mengambang di atas mereka.  Seolah-olah hiu raksasa telah menelan mereka semua sekaligus.  Tanpa sadar ia berteriak.  Bukan karena panik, teriakannya merupakan teriakan sukacita yang benar-benar murni akan kebahagiaan.  Segalanya sungguh indah dan ia benar-benar bahagia saat ini, tersesat di dunia antahberantah yang melebihi segala-galanya.  Di atas segala-galanya.  Baginya, ini merupakan pengalaman yang benar-benar indah dan sangat menyenangkan.  Ia menutup mata dan merasakan momen ini dalam-dalam.  Jadi, seperti inilah rasanya jatuh cinta.
Ketika ia membuka mata, ia menemukan dirinya kembali ke rumah, di dalam kamarnya.  Segalanya telah ia tinggalkan, kecuali senyum lebar di wajahnya dan jantungnya yang terus berdegup dengan kencang.
---
Aarrggh...! 
wonderful post!!

Posting I’ll See You In My Dreams (yang original pastinya) ini, bener-bener SWEET...
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...